Metrics

  • visibility 583 views
  • get_app 77 downloads

MENGUPAYAKAN KONSERVASI DI TENGAH KOMPLEKSITAS PENGGUNAAN LAHAN: EKOLOGI POLITIK DI SEMBILANG-DANGKU

E. Pantja Pramudya
Published 13 November 2020

Abstract

Sumatera Selatan melakukan lompatan dari provinsi yang dicap terpuruk karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang parah menjadi provinsi yang menunjukkan komitmen dan kepemimpinan dalam perekonomian hijau. Lompatan ini merupakan prestasi tersendiri di tengah pragmatism yang memberikan perhatian yang minim pada pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan perlindungan lingkungan hidup. Apalagi, langkah ini dimulai dari tingkat pemerintah daerah yang sejak diberlakukannya otonomi daerah lekat dikaitkan dengan berbagai kebijakan yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Dalam mencoba menyingkap tentang apa yang terjadi di Sumatera Selatan, buku ini berusaha menggali dari perspektif ekologi politik.

Buku ini berupaya memahami bagaimana ekologi politik berpengaruh pada program konservasi lanskap yang dijalankan oleh proyek KELOLA Sendang. Proyek KELOLA Sendang sendiri merupakan proyek yang cukup kompleks dan berinteraksi dengan kompleksitas yang dinamis. Langkah-langkah yang dilakukan dalam proyek bukan menjadi penentu utama dalam mendorong transformasi kebijakan menjadi ramah lingkungan. Berbagai keterbatasan dan kendala dihadapi, yaitu karena konstelasi politik sumber daya alam yang sudah ada, dinamika politik lokal, kerangka social ekonomi makro yang dibentuk dari kebijakan tingkat nasional dan keterbatasan dalam program serta organisasi yang terlibat.

Dalam segala keterbatasan, buku ini mencoba memberikan ulasan bagaimana langkah-langkah yang dilaksanakan pada proyek sudah memberikan sumbangannya sendiri untuk mendorong dan memperkuat inisistif tingkat lokal dalam menuju pembangunan hijau.

Full text

 

Metrics

  • visibility 583 views
  • get_app 77 downloads